Kejaksaan Tinggi Riau Melaksanakan Pengajian Rutin Disampaikan Ustad Syeikh Maulana Husen Al Muqri

PEKANBARU| Kejaksaan Tinggi Riau, telah dilaksanakan Pengajian Rutin yang disampaikan oleh Syaikh Maulana Husen Al Muqri Bin Ismail yang diikuti oleh seluruh pegawai Kejaksaan Tinggi Riau yang beragama Islam.

Dalam penyampaiannya Syaikh Maulana Husen Al Muqri Bin Ismail menyampaikan apabila ada orang yang meninggal dunia dengan kondisi matanya terbuka, maka bagi orang yang hidup dianjurkan untuk menutupkan matanya, Namun tidak sekedar menutupkan mata simayat saja, tetapi hendaknya menutup matanya simayat sambil membaca doa yang baik dan hindari perkataan-perkataan buruk pada si mayat. Sebagaimana Imam Qurthubi dalam kitab at Tadzkirah menukil sejumlah hadits yang menjelaskan tentang menutup mata simayat dan juga kalimat yang baik untuk diucapkan ketika menutup mata si mayat,”ucap Ustad.

Kemudian Syaikh Maulana Husen Al Muqri Bin Ismail menyampaikan dari Sayaddad Ibn Aus berkata : Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kalian mendatangi orang yang meninggal, maka tutuplah mata orang yang meninggal itu. Karena mata orang meninggal mengikuti perginya roh. Dan ucapkanlah oleh kalian ucapan yang baik-baik. Karena para malaikat mengaminkan atas ucapan-ucapan para keluarga si mayat. (HR. Ibnu Majah).

Senin tanggal 18 Desember 2023 sekira pukul 08.00 WIB s/d selesai bertempat di Masjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi Riau, disebutkan Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Riau Bambang HeriPurwanto, S.H.,M.H, melalui siaran pers kepada awak media.

Diakhir Syaikh Maulana Husen Al Muqri Bin Ismail menyampaikan orang yang menyaksikan peristiwa meninggalnya seseorang, hendaklah melakukan hal-hal yaitu Memejamkan matanya sampai tertutup Jika matanya terbuka, hendaklah ia menyebutkan kebaikan, mendoakan dan memintakan ampun atas dosa-dosanya. Hal ini berdasarkan hadis Rasullulah Saw : Artinya: ”Apabila kamu menghadapi orang mati hendaklah kamu pejamkan matanya karena sesungguhnya mata itu mengikuti ruh. Dan hendaklah kamu mengucapkan yang baik, maka sesungguhnya ia Malaikat mengamini menurut apa yang diucapkan oleh keluarganya (HR. Ibnu Majah), Mulutnya di katupkan dengan mengikatkan kain dari dagu sampai kepala, Melenturkan sendi-sendi dalam tubuhnya dengan Tangannya disedekahkan di atas dada dan kaki, Tinggikan lantai jenazah dari lantai biasa dan dihadapkan ke kiblat dan Menutup seluruh badannya dengan kain sebagai penghormatan kepadanya dan supaya tidak terbuka Sebagaimana hadits: Artinya: “Sesungguhnya ketika Rasulullah SAW wafat, beliau ditutup dengan kain bergaris.”(HR. Al-Bukhari),”tausiyah Ustad.

Kegiatan Pengajian Rutin Kejaksaan Tinggi Riau oleh Syaikh Maulana Husen Al Muqri Bin Ismail bertempat di Masjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi Riau berjalan tertib, aman dan lancar,”ungkap Bambang HeriPurwanto.

Related posts