Kejaksaan Tinggi Riau Melaksanakan Tausiyah Qobliyah Disampaikan Ust. Chairul Ichwan, S.PDI

PEKANBARU| Kejaksaan Tinggi Riau, telah dilaksanakan Tausiyah Qobliyah Dzuhur di Kejaksaan Tinggi Riau yang disampaikan oleh Ust. Chairul Ichwan, S.PDI yang diikuti oleh pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Riau.

Hal itu, ungkap Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi Riau kepada awak media, Senin (27/21/2023) sekira pukul 12.30 WIB s/d selesai bertempat di Masjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi Riau.

Dalam komunikasinya Ust. Chairul Ichwan, S.PDI menyampaikan Setiap muslim wajib hukumnya mengerjakan shalat lima waktu sehari (subuh, dzuhur, ashar, maghrib, isya). Dalam mengerjakan shalat sebaiknya dilakukan secara berjamaah di masjid, karena shalat berjamaah di masjid pahalanya lebih utama 27 derajat daripada shalat sendirian dan setiap langkahnya menuju masjid juga bernilai pahala.

Selama perjalanan menuju ke masjid untuk mengerjakan shalat berjamaah atau ibadah lainnya, dan wudhu yang dilakukan dari rumah belum batal maka Allah Swt akan mengangkat derajat orang tersebut meskipun belum melaksanakan shalat, namun Ketika orang tersebut sudah masuk masjid, pahala shalatnya telah dicatat sebagai amalan ibadah.

“Allah Swt juga akan menghapus dosa-dosa kecil yang pernah dilakukan di masa lalu. Malaikat juga memohon ampun kepada Allah Swt atas dosa-dosa dan taubat orang-orang yang shalat di masjid.

Selanjutnya Ust. Chairul Ichwan, S.PDI menyampaikan Sholat bisa dilakukan sendiri ataupun berjamaah. Ketika shalat berjamaah, kami diperintahkan untuk mengencangkan dan meluruskan shaf. Saking pentingnya, lurus dan rapatnya shaf merupakan bentuk kesempurnaan dalam shalat berjamaah.

Sebelum melaksanakan shalat, biasanya imam akan menghimbau makmum untuk merapikan dan merapikan shaf. Anjuran ini bernilai pahala yang besar. Perintah untuk meluruskan shaf ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang memerintahkan kita untuk meluruskan shaf dalam shalat.

Meluruskan shaf ini juga hukumnya wajib. Bahkan Rasulullah SAW mengancam orang yang tidak membaca shaf dalam shalat berupa terjadinya kejadian hati di antara mereka,”papar Ust Chairul. (Antoni)

Related posts