Pemkab Rohil Ikuti Workshop Pencegahan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstra Bersama Menko PMK

ROHIL – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) turut hadir dalam kegiatan workshop pencegahan Stunting dan penghapusan kemiskinan ekstra via zoom meeting bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), di lantai delapan kantor Bupati Rohil.

Selain itu, kepala daerah se-Provinsi Riau juga hadir melalui zoom meeting masing-masing. Pemerintah Provinsi Riau dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution .

Untuk Rohil, Hadir langsung Bupati Afrizal Sintong, Ketua PKK Sanimar Afrizal, Kajari Rohil Yuliarni Appy, Sekda Rohil Fauzi Erizal, Dandim 0321, Polres Rohil, serta kepala OPD dilingkungan Pemkab Rohil.

Pada kesempatan itu Bupati Rohil Afrizal Sintong turut memaparkan berbagai penanganan dan langkah yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Rohil dalam melaksanakan pencegahan dan penghapusan kemiskinan ekstra di Kabupaten Rohil.

Sejumlah langkah yang dilakukan untuk penanganan stunting diantaranya, melakukan strategi peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui sapa ibu hamil dan balita, upaya peningkatan skrining USG kehamilan portable ibu dan anak, serta mengoptimalisasi penanganan stunting melalui penyuluhan pada kader wilayah UPT Puskesmas yang ada.

“Tahun 2021 Rohil 29,7 persen, Alhamdulillah turun di 2022 menjadi 14,7 persen,” ungkap Bupati Rohil.

Sedangkan untuk kemiskinan ekstrim lanjut Bupati, saat ini masih ada warga yang berpenghasilan Rp 11.000/hari atau berpenghasilan 1,2 juta perbulan per keluarga. Tercatat pada sinkronisasi data P3KE sebanyak 56.000 masyarakat termasuk dalam data DTKS.

Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin ekstrem dilaksanakan melalui tiga strategi utama, yaitu penurunan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat serta meminimalkan wilayah kantong kemiskinan.

Ini menyikapi langkah sesuai dengan strategi Pengentasan Kemiskinan yang dilaksanakan oleh Pemerintah yang dapat dibagi menjadi dua bagian besar, pertama melindungi keluarga dan kelompok masyarakat yang mengalami kemiskinan sementara, dan kedua membantu masyarakat yang mengalami kemiskinan kronis dengan memberdayakan dan mencegah terjadinya kemiskinan baru.

Pemberantasan kemiskinan menjadi perhatian penting karena jika tidak ditanggulangi menimbulkan dampak yang berbahaya terhadap meningkatnya angka pengangguran. Banyaknya kasus putus sekolah. Muncul berbagai masalah kesehatan di masyarakat. Menurunnya kualitas generasi penerus.

“Total biaya yang dikeluarkan untuk penanggulangan kemiskinan ekstrim di tahun 2023 mencapai 121,9 miliar. Program penanggulangan itu terdiri dari beberapa dinas seperti Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Dinas Ketenagakerjaan, dan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Dinas Perkim” paparnya.

Pada kesempatan itu, Bupati berharap pemerintah pusat dapat mendukung program-program penghapus kemiskinan ekstrim dan penurunan stunting dengan mengalokasikan anggaran yang lebih besar kepada Kabupaten Rohil melalui APBN dan DAK terutama bidang infrastruktur kesehatan dan pendidikan. Adv

Related posts