Penanganan Covid19, Menjadi Perhatian Pemda Rohil

  • Whatsapp

ROHIL  – Untuk penanganan kasus positif Covid19 Rokan Hilir menjadi perhatian prioritas dari pemerintah daerah Rokan Hilir, yang mana sampai sejauh ini kasus tersebut diharapkan dapat terus mengalami penurunan secara drastis.

Untuk mendukung suksesnya menekan angka kasus positif tersebut, tidak terlepas dari kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam setiap lini kehidupan terutama pada saat beraktifitas di ruang publik.
“Kita berharap dan doakan bersama agar kasus positif Covid tidak bertambah lagi sampai akhirnya wabah ini berakhir dari muka bumi,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Rohil H Ahmad Yusuf SSos MH.
Untuk itu terangnya harus disiplin dalam menerapkan Prokes yakni disiplin mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir.

Diketahui jumlah positif Covid yang masih dirawat sebanyak 13 orang, sementara yang positif namun telah sembuh dan pulang sebanyak 329 orang, yang isolasi mandiri di tempat khusus sebanyak satu orang, isolasi mandiri di rumah sebanyak 90 orang, probable dua orang, meninggal 12 orang dan jumlah suspek sebanyak 26 orang.

“Untuk total Pelaku Perjalanan (PP) sebanyak 17.231 orang, jumlah kontak erat sebanyak 3.261 orang,” kata Ahmad Yusuf.


Dari angka yang positif dan masih dirawat tersebut, yang terbanyak dirawat yakni enam orang di RSUD dr RM PRatomo Bagansiapiapi, dua orang di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, dan masing-masing satu orang dirawat di RS Bhayangkara Pekanbaru, RS Santa Maria Pekanbaru, RS Madani Pekanbaru, RS Aulia Pekanbaru dan RS Awal Bros Pekanbaru. Begitu pula untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus melalui Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) mempersiapkan tempat untuk isolasi khusus bagi warga yang terpapar atau positif Covid19.

Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus yang terkena positif covid.
Kalaksa BPBD sekaligus Sekretaris Tim Gugus Covid-19 Rohil Hari D Putra AP mengatakan lokasi yang akan dijadikan tempat isolasi merupakan eks gedung Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang ada di Taman Budaya, Batu Enam.
“Secepatnya akan di fungsikan, saat ini tim sedang melakukan perehapan dan persiapan segala peralatan yang diperlukan,” kata Hari.
Hari menerangkan untuk tahap awal ini pihaknya menyediakan sebanyak 18 ruangan isolasi. Kendati untuk daerah lainnya juga dibantu dengan ruangan isolasi di puskesmas masing-masing.
“Kalau kapasitas gedung bisa menampung hingga 50 pasien, namun untuk tahap awal kita persiapkan 18 tempat tidur,” paparnya.
Dalam tempat isolasi tersebut katanya, semua fasilitas akan disediakan. mulai dari tim medis, jaringan wifi hingga keperluan para pasien selama 14 hari menjalani isolasi sampai dinyatakan benar-benar sembuh.
Nantinya, setiap harinya pasien akan melakukan senam kebugaran, pemberian vitamin dan sebagainya. Selain itu penyediaan tempat isolasi tersebut dilakukan sebagai antisipasi peningkatan pasien positif Covid-19 di Rohil dan sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) terkait penyediaan tempat isolasi bagi pasien positif.
Dalam hal ini, pihaknya akan menjemput bagi siapa saja yang diketahui positif Covid-19. Kendati demikian pasien boleh menjalani isolasi mandiri di rumah dengan syarat harus ada surat pernyataan dari RT setempat.
“Selama menjalani isolasi mandiri itu nantinya kehidupan keluarga pasien akan dibantu melalui Dinas Sosial,” pungkasnya. (ADV)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *