by

Sarana Destinasi Wisata ditingkatkan, Menarik kunjungan wisatawan

Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMp menegaskan pengembangan bidang pariwisata menjadi perhatian dari pemerintah daerah untuk dapat ditingkatkan seiring dengan keberadaan berbagai obyek wisata di Rohil. Keberadaan obyek atau destinasi wisata di Rohil diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi tumpuan baru untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kedepan. “Untuk pengembangan pariwisata ini sangat penting diperhatikan apalagi diketahui untuk anggaran yang ada masih defisit,” kata Bupati Rohil H Suyatno AMp di Bagansiapiapi kemarin. Menurutnya banyak obyek wisata yang bisa dikembangkan sehingga berpotensi untuk menjadi wisata andalan baik di Rohil maupun di Riau secara umum. Beberapa kegiatan wisata pun telah dilaksanakan guna mendokrak destinasi yang ada seperti festival Pulau Tilan dan Danau Napangga.

“Pemda memberikan dukungan agar wisata di Rohil dapat terus berkembang dengan baik,” kata bupati menegaskan. Untuk memaksimalkan agar destinasi wisata mendapatkan kunjungan yang terus meningkat setiap saat, bupati menyebutkan pemda memperhatikan untuk akses infrastruktur agar memudahkan bagi masyarakat yang datang. Disebutkan sejumlah infrastruktur telah semakin baik seperti di akses jalan lintas menuju ke Pulau Tilan di Kepenghuluan Rantau Bais, Tanah Putih. Begitu juga untuk ke Danau Napangga dan sejumlah obyek wisata lainnya. Bupati mengharapkan dinas terkait dapat memberikan peran yang lebih dalam pengembangan pariwisata ini. Menurutnya tidak hanya terpaku pada obyek wisata saja tapi bagaimana apa yang sudah ada dipoles lebih baik lagi dan berinovasi melakukan kegiatan-kegiatan yang tujuannya membuat angka kunjungan meningkat. (adv)

Pemerintah daerah Rokan Hilir (Rohil) serius untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di daerah pasalnya bisa diharapkan menjadi tumpuan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini dikemukakan Sekdakab Rohil Drs H Surya Arfan MSi, Senin (4/11) kemarin. Menurutnya terdapat sejumlah destinasi wisata yang potensial menjadi berkembang jika dikelola dengan baik diantaranya wisata Bakar Tongkang, Pulau Jemur, Festival Pulau Tilan, Danau Napangga dan lain-lain. Ada juga keberadaan Danau Gatal, Pinggiran Sungai Rokan. Selain destinasi wisata alam  ada juga yang menjadi situs sejarah yang ada didaerah dapat dikembangkan menjadi objek wisata andalan di Negeri Seribu Kubah.

“Terdapat banyak situs peninggalan bersejarah di Rohil khususnya di Bagansiapiapi sehingga bisa menjadi tujuan bagi kunjungan wisatawan ke daerah ini,” katanya. Untuk situs yang penting tersebut diantaranya Rumah Kapitan, Bekas Pelabuhan Lama, Bank BRI, Water Leading dan bangunan lama RSUD dr Pratomo. “Keberadaan situs wisata ini sangat luar biasa karena berkaitan dengan faktor sejarah, dimana tidak semua daerah memiliki situs yang sama. Artinya hal ini adalah ciri khas bagi daerah Rohil dan tentunya bisa membuat orang tertarik ke Rohil,” katanya.

Keberadaan situs itu terangnya merupakan hal yang membangakan bagi daerah dan tugas pemerintah untuk memperhatikan keberadaannya agar tetap dalam kondisi yang baik. Ia menerangkan seperti adanya bekas pelabuhan internasional, dulunya merupakan tempat penting lalu lintas barang ekspor impor yang dibangun pada tahun 1931. Kini bekas-bekas besi masih ada disamping Kantor Bea dan Cukai. Begitu juga bangunan gedung BRI cabang Bagansiapiapi sudah ada sejak tahun 1917 dengan para direkturnya. Kala itu BRI bernama De Visscherij Bank “Bagan Madjoe”, atau biasa di sebut Bank Bagan Majoe (Bank Bagan Maju). Ia mengharapkan agar situs yang ada tetap terjaga dengan baik dan bagi orang yang berkunjung agar dapat menjaga dan tidak merusak saat berkunjung melihat situs tersebut. (adv)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *